● Langsung Wisconsin AG suit vs Kalshi & Polymarket pending · NY/IL insider-trading orders in effect · Updated May 2026
← Cara kerja pasar prediksi Bagian 2 dari 13

Order book vs AMM di pasar prediksi

Pasar prediksi menggunakan satu dari dua mekanisme yang berbeda secara fundamental untuk mencocokkan pembeli dan penjual: order book tradisional atau automated market maker (AMM). Pilihan ini membentuk spread, likuiditas, dan jenis pasar yang dapat ada.

Order book vs AMM di pasar prediksi


Order book: pencocokan saat bertemu

Baik Kalshi maupun Polymarket menggunakan model order book. Pembeli memasang order limit ("Saya beli YES di $0.55 atau lebih rendah"), penjual memasang order limit, dan perdagangan dieksekusi ketika harga beli mencapai atau melampaui harga jual. Di pasar likuid menghasilkan spread sempit (sering 1-2 sen).

AMM: kuotasi algoritmik

Automated market maker mengganti order book dengan pool likuiditas smart contract yang menentukan harga saham menggunakan rumus matematika. Yang paling terkenal adalah LMSR Robin Hanson, yang selalu memberikan kuotasi dan membatasi kerugian maksimum market maker. Tradeoff: AMM memberikan harga lebih buruk pada perdagangan besar.

Mana yang lebih baik?

Untuk pasar volume tinggi (pemilu, olahraga utama), order book menang pada spread dan kualitas eksekusi. Untuk pertanyaan long-tail dengan trader sedikit, AMM adalah satu-satunya cara pasar bisa ada. Banyak platform modern menggunakan pendekatan hybrid.